SEJARAH DAN MAKNA LUMPIA
Tahukah kamu sejarah dan makna lumpia? Dikutip dari laman http://lumpiakulinertionghoa.blogspot.com berikut adalah penjelasannya.
Arti Kata Lumpia
Lum Pia, Nomina ( kata benda) penganan berupa dadar yang diisi daging, rebung dan sebagainya, lalu digulung dan biasanya di goreng.
Makna Lumpia
Lumpia, dalam bahasa mandarin disebut Chun Juan. Juan berarti gulungan dan Chun berarti musim semi. Kehadiran lumpia mempunyai makna harapan, agar semua manusia dapat lebih meningkatkan rasa cinta kasih kepada sesame, Interprestasi dari kata gulungan bahwa manusia di seluruh bumi ini bersatu tanpa memandang perbedaan seperti halnya gulungan tersebut.
Lumpia-Paduan Cita Rasa Budaya Tionghoa & Indonesia
Bukan hanya tarian, musik, dan gaya berpakaian Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari budaya luar, makanan juga. Dalam hal ini adalah lumpia. Pengaruh yang diterima oleh Indonesia dalam kuliner yang satu ini tidak datang terlalu jauh. Pengaruhnya masih berasal dari Asia, yaitu Tionghoa.
Oleh kebudayaan Tionghoa sendiri, Lumpia kerap kali disebut dengan ejaan Lun Pia. Beda lidah, beda cara pengucapan itulah sebabnya Lun Pia berubah nama menjadi Lumpia ketika diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Proses perubahan nama tersebut pastinya terjadi seiring berjalannya waktu.
Menurut tradisi masyarakat Tionghoa, Lun Pia atau Lumpia ini merupakan kuliner tradisional masyarakat Tionghoa. Lumpia atau Lun Pia adalah panganan yang terbuat dari lembaran tipis adonan yang terbuat dari tepung gandum dan dibentuk kulit. Kulit tersebut nanti nya digunakan untuk membungkus isian Lumpia. Umumnya isian Lumpia terdiri dari irisan rebung, sayuran segar, daging-dagingan, seafood & telur.
Ketika makanan ini menjadi bagian dari kuliner di Indonesia, isian Lumpia pun disesuaikan dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Namun sebagian besar isian Lumpia di Indonesia tidak jauh-jauh berbeda dengan irisan-irisan yang telah disebutkan diatas. Bedanya bisa dipastikan terdapat dibagian bumbu. Karna tentu saja bumbu khas Tionghoa dengan bumbu Indonesia memiliki perbedaan, meskipun tidak terlalu signifikan.
Asal Mula keberadaan Lum Pia di Indonesia
Menarik rasanya ketika membicarakan akulturasi budaya, dalam hal ini, makanan dari dua kebudayaan yang berbeda. Akan ada banyak hal yang diceritakan. Mulai dari perpaduan cita rasa, penyesuaian cita rasa dan cerita-cerita menarik lainnya. Tidak jauh berbeda dengan Lumpia yang satu ini.
Karena Lumpia merupakan hasil dari perpaduan dari dua kebudayaan yang berbeda, antara Tionghoa, sebuah proses pencampuran pasti dimiliki oleh cerita hadirnya Lumpia ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Mengingat sebuah proses, pasti dapat dipastikan bahwa keberadaan Lumpia di Indonesia pasti sudah cukup lama. Cerita tentang keberadaan Lumpia di Indonesia ini diawali dengan hadirnya seorang keturunan Tionghoa di Indonesia.
Keturunan Tionghoa bernama Tjow Hay Yoe tersebut kemudian menikah dengan seorang masyarakat Indonesia bernama Wasih. Dan memilih Semarang sebagai tempat tinggal untuk kehidupan barunya. Warisan resep Lun Pia yang dimiliki oleh keturunan Tionghoa tersebut kemudian dikembangkan sebagai sebuah usaha. Produksi Lumpia pun terjadi.
Makanan Tionghoa yang dibawa masuk ke Indonesia ini pertama kali diperkenalkan pada masyarakat luas dalam sebuah ajang olahraga. Pada pesta olahraga yang diadakan dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno bernama GANEFO inilah, Lumpia pertama kali dijajakan. Keturunan Tionghoa tersebut sepertinya cukup pintar memanfaatkan momentum. Di acara tersebut, akan ada banyak masyarakat yang datang, dan pada akhirnya berimbas pada Lumpia yang dijajakannya.
Siapa pencipta lumpia?
Sebetulnya tidak ada seorang yang boleh disebut penemu lumpia, maupun suatu cerita yang boleh disebut asal muasalnya, bila memang ada tentunya sukar ditemukan sekarang, andaikan mencari jarum didasar laut susahnya, itu dikarenakan bahwa lumpia sesungguhnya hanya merupakan makanan rakyat kebiasaan Tionghoa dimusim Semi yang sudah tercatat lebih dari seribu tahunan. Berkat ketrampilan tangan dan jiwa inovasi para ibu rumah tangga dijaman dulu, yang diam-diam menyediakan makanan sederhana dan praktis buat suami mereka yang sedang bekerja maupun menggarap ladang, maupun dalam suatu perayaan musim, yang lama kelamaan berkembang menjadi makanan kecil yang populer yang berbeda dari makanan perayaan yang lain. Dari semula hidangan Ceng Bing, lumpia goreng yang berasal dari orang-orang di-Tiociu itu merupakan hidangan yang tersebar luas dan tersedia setiap harinya dimana-mana, malah juga tampil diatas meja jamuan negara dijaman sekarang.
Kesimpulan:
Lumpia basah adalah bawaan orang dari Hokkian, sedangkan lumpia goreng yang semula dipasarkan oleh Tjoa Thay Yoe dan Wasih istrinya di Gang Lombok yang digelari Lumpia Semarang, merupakan lumpia goreng yang berasal Tiociu (Chaozhou) bukan kreasi tulen orang Semarang.
Penasaran dengan rasa keripik kulit lumpia yang gurih dan renyah. Silakan hubungi kami di
Website: https://grosirmakanankiloan.blogspot.com/
FB: absnack8
IG: snackkiloanab
Telepon : 082243920831

Wihh enakni
ReplyDeleteenak banget... ayo di order kak
Deletelumpih aja punya sejarahnya apa lg kamu yg bikinnya
ReplyDelete